Jika ada cinta saja itu bukan cinta
Jika ada kamu saja itu bukan cinta
Jika ada aku saja itu bukan cinta
Monday, December 9, 2013
Bahagia Memilikimu
Wah, siapa sih yang gak seneng memiliki seseorang yang setia dan mencintai kita. Seseorang yang selalu ada disamping kita, berjuang bersama kita membangun masa depan bersama yang diharapkan lebih baik.
Eits, tapi tunggu dulu sebaiknya kesenangan itu ditunda jika kalian belum menikah. Karena kebahagiaan sejati hanya didapat setelah menikah.
Ciee elah sok ngomongin kebahagiaan sejati :p #prett
Seperti apa yang dikatakan para pakar menikah, bahwasannya membangun rumah tangga itu tidaklah semudah kita membalikkan telapak tangan (loh, kalau tangannya sakit pasti juga susah dibolak-balik :D) perlu ada beberapa persiapan menuju kesana, diantaranya yang paling utama adalah kesiapan mental serta ilmu, karena persiapan tersebut jika kita memilikinya maka tidak akan mudah hilang.
Jika kita hanya fokus pada persiapan harta, maka tidak akan ada habisnya atau mungkin tidak akan tercapai karena manusia tidak selalu puas. Harta juga hanyalah benda yang mudah lenyap seketika jika memang ditakdirkan lenyap. Pertahanan diri terakhir kita adalah mental dan ilmu.
Dengan mental yang baik kita bisa bertahan dalam kondisi sulit, misalnya ekonomi keluarga bangkrut, hadirnya isu-isu orang ketiga (nah) atau ditinggal oleh pasangan kita karena sakit atau kecelakaan (serem ya :'( semoga gak terjadi sama kita. Aamiin)
Nah, dengan mental yang kuat ini kita bisa tuh melalui cobaan-cobaan itu dengan baik, tanpa perlu lama bersedih dan malah menyalahkan Tuhan karena ketidakberuntungan yang terjadi. Nauzubillah.
Ilmu juga perlu kita miliki, terutama soal ilmu agama, ilmu juga berkaitan erat dengan cara seseorang dalam menangani suatu masalah. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diamalkan, tidak harus ilmu formal, ilmu informal malah punya porsi yang lebih tinggi dalam menghadapi kehidupan, misal ilmu sabar, ilmu benerin genteng yang bocor, ilmu mencuci, ilmu memasak, ilmu menjemur kasur, dll :D
Setelah kedua hal tadi kita miliki, sebaiknya jangan terus berpuas diri karena ilmu dan mental itu harus diupgrade dan direfresh setiap saat, tentunya dengan melakukan banyak ibadah dan melakukan kegiatan positif dalam hidup kita.
Setelah persiapan diri itu barulah kita bisa membagi kehidupan kita dengan orang lain. Khusus laki-laki sejatinya kita ditakdirkan menjadi pemimpin dalam keluarga, seorang pemimpin haruslah bisa mengontrol emosinya dan mampu mengelola dirinya lebih baik, maka pada dasarnya tidak akan ada habisnya waktu kita untuk terus belajar. Membahagiakan seseorang itu tidaklah mudah, namun juga tidak sulit, terkadang kita perlu berkorban. Dan semoga apa yang kita lakukan untuk orang lain dapat dirasakan oleh orang tersebut sama seperti yang kita harapkan.
Sehingga suatu saat dipenghujung waktu kita ada seseorang yang menjadi jodoh kita, bisa berkata dengan tulus "Aku bahagia telah memilikimu"
Salam.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment
Sangat diharapkan saran-saran membangunnya di Blog ini.. trims... ^_^