Social Icons

Saturday, January 8, 2011

Aku adalah seorang pengendara sepeda motor dengan kecepatan rata-rata 50 km/jam..


Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un....

Hari ini kembali melihat kejadian kecelakaan Jalan Raya,kejadiannya klasik seperti puluhan kejadian kematian dijalan raya dan ratusan tabrakan lain yang pernah aku alami dan lihat sambil berkendara... Motor terserempet mobil kemudian jatuh sambil menghempas kepala pengendaranya ke aspal hingga pecahan helmnya bertebaran dijalan raya.. Air hujan sore tadi dijalanan depan lapangan udara Atang Sandjaya bogor larut bersama darah segar yang mengucur deras dari kepala pengendara hingga pengendara itu dibawa kepinggir jalan… sudah tak sadarkan diri atau sudah meninggal aku tak tau pasti… yang jelas ketika melanjutkan perjalanan terjadi keributan antara massa dengan supir yang menyerempet motor tadi.. terjadi adu mulut yang aku tidak tau ujungnya dimana karena aku harus sampai rumah sebelum magrib tiba… atau mungkin aku tidak begitu peduli dan terlalu khawatir karena kejadian seperti itu sering aku hadapi dan aku tidak kaget lagi keributan dan meninggalnya pengendara itu… hanya beristighfar dalam hati dan menyerahkan semua sama Alloh bahwasannya itu semua takdir yang telah ditentukan…

Kejadian demi kejadian sering aku alami dijalan raya.. dari rusaknya kaca spion akibat saling menyerempet.. tabrak samping… lecet kendaraan.. sampai adu banteng (Mobil tabrakan langsung dengan motor)… dari sekedar lecet… penyok… sampai motor yang terbelah dua… dari mobil yang hancur kaca depannya sampai mobil yang terguling dijalanan.. dari yang menabrak trotoar/pagar jalanan sampai yang menabrak warung makan…. Dari kecelakaan motor bebek sampai mobil tronton pembawa pasir…

“Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati”

“Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti), apa yang akan dijalaninya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui, dibumi mana ia akan mati”

Aku adalah seorang pengendara sepeda motor dengan kecepatan rata-rata 50 km/jam.. sejak kelas tiga SMA aku mulai fasih berkendara walaupun dalam rentang tahun-tahun itu banyak kejadian yang aku alami hingga saat ini, saat aku harus melaju kendaraanku tiap hari dari tangerang menuju bogor…. Alasanku berkendara dengan kecepatan itu klasik takut jatuh dari motor… rata-rata kecepatan itu kuanggap sebagai rata-rata kecepatan kendaraan yang masih bisa kutangani saat terjadi sesuatu dijalan seperti ban bocor tiba-tiba dan rem yang tiba-tiba akibat melajunya kendaraan lain agar mudah menghindar dari benturan dan seandainya tetap terjadi benturan tidak sampai menimbulkan kematian.. walaupun ga ku pungkiri aku juga bisa melajukan kendaraanku hingga 80 km/jam kalau aku merasa nyaman dengan kondisi yang ada.. baik dari segi motorku sendiri sampai sepinya jalan raya…. Tapi jarang sekali aku melajukan motorku lebih dari kecepatan itu… alasannya banyak mulai dari kondisi motor yang tidak mendukung.. rantai, rem, ban yang mulai goyang dan lain sebagainya hingga alasan utama untuk keselamatan berkendara… setidaknya aku tidak terlalu ceroboh dalam berkendara… walaupun aku sering diprotes (diklakson mobil/motor karena lambatnya jalanku dalam berkendara)….

Aku heran dengan orang-orang yang berkendara dengan ugal-ugalan, terlampau cepat, tidak memakai helm saat berkendara.. tapi aku ga mau terlalu ambil pusing dengan itu mungkin karena kondisi diri, kendaraan dan waktu yang berbeda seseorang pasti memiliki alasan tuk memacu maksimal kendaraannya… kadang aku juga begitu.. walau ketika sering lihat orang meninggal dijalan aku jadi banyak berpikir suatu saat aku bisa saja mati dengan mesin ini… disini.. ditempat ini… dijalan ini… Siapa juga sih yang mau mati ketika berkendara atau mati dalam keadaan sedang berkendara sampai kepala bocor, patah tulang, hingga remuk badan karena hantaman kendaraan lain.. semua orang memimpikan mati dalam kondisi baik ketika sedang sholat, tidur dan sebagainya… tapi bukankah menuntut ilmu/bekerja itu juga ibadah… hingga setiap langkah menuju kesana dan langkah memperbaiki diri adalah ibadah juga…

“Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati”

Entah bagaimana caranya mati kita ga tau… kalo kata orang sih kebanyakan orang sering mati pada keadaan yang sehari-hari dia lakukan.. seperti berkendara, memasak, ataupun bekerja… yah semoga tetap diberikan kebaikan dalam menjalani hidup… mudah-mudah saya tidak lupa berdoa saat berkendara… sehingga apapun yang terjadi semoga bisa kembali dalam keadaan baik..

Dijalanan negeri ini… banyak Ayah yang mati saat mencari nafkah.. banyak Ibu yang mati saat mengantarkan anaknya menuju kesekolah.. banyak pelajar yang mati saat memacu kendaraan menuju sekolah/ kampus… tetapi banyak juga Pemuda mabuk yang mati tabrakan dengan mobil.. orang yang habis bermain judi/berbuat maksiat mati tertabrak dijalan… Dijalanan negeri ini.. kita yang memilih cara kita berkendara…. semoga tetap dalam kebaikan…

“Ya Alloh bila hamba harus mati dijalan ini semoga hati ini sedang berada dalam niatan yang baik”


-Pb-

by Pekik Bayumukti Utomo on Thursday, October 14, 2010 at 10:41pm

No comments:

Post a Comment

Sangat diharapkan saran-saran membangunnya di Blog ini.. trims... ^_^