Tuesday, November 15, 2016
Menanam Semangat Kita
Kegagalan bagi sebagian besar orang adalah sebuah bencana dan memang bencana, namun setiap orang berbeda-beda menanggapinya.
Ada yang menyerah dan tak mau lagi berusaha bahkan ketika tak ada lagi semangat ia memutuskan tidak hidup lagi. Ada yang sebaliknya, ia memang kecewa dengan kegagalan itu tapi ia belajar mengintrospeksi dirinya mencari apa yang kurang dan menjadi masalah dari kegagalannya bukan untuk mengungkit masa gagalnya tapi untuk membenahi diri bersiap menghadapi hari selanjutnya.
Menanam semangat tak bisa dilakukan jika kita tidak punya "Goal" dalam hidup. Jika goal kita kaya maka semangat kita adalah untuk mencapai kaya. Dan jika goal kita masih seputar dunia maka ia hanya akan berputar disitu-situ saja. Namun jika kita punya goal yang lebih tinggi lagi kita akan lebih mudah menanam rasa semangat dalam diri kita.
Saat goal kita lebih tinggi dari dunia artinya mencapainya bisa dengan banyak cara tak terbatas sesuatu asalkan jalannya baik dan benar maka goal itu akan tetap tercapai.
Kegagalan disuatu sisi akan bisa diatasi karena kita masih punya banyak sisi untuk dijalani lebih baik, karena pada hakekatnya kita bukanlah orang yang bisa menguasai segalanya, ada hal-hal yang tentu tidak bisa kita lakukan dan menjadi kelemahan kita.
Lebih baik kita fokus pada hal yang kita kuasai dan syukuri apapun kebaikan yang kita dapat darinya.
Dan pun dalam menanam semangat tentunya ada pupuk kesabaran yang harus diberikan, tanpa kesabaran, semangat hanya akan menjadi jalan tanpa arah, cepat mungkin tapi bisa tersasar atau mungkin salah arah.
Sabar mengerem semangat berlebih kita agar lebih fokus pada hal yang baik ketimbang hal yang merugikan diri kita.
Ya tentunya banyak cara menanam semangat walaupun banyak kegagalan yang sudah kita temui, yang terpenting fokus pada goal dan jalani kehidupan dengan penuh rasa syukur dan sabar.
Wednesday, December 31, 2014
Refleksi Akhir Tahun : Bencana dan Suka Cita
Saturday, December 28, 2013
Sebuah Ruang yang Kosong
Thursday, December 26, 2013
Seleksi Antologi 17 Tahun Karya Penulis Anggota FLP Wilayah Jakarta Raya
- Tema bebas, Setting ‘latar’ tulisan harus Jakarta/Batavia. Bisa zaman modern atau tempo dulu (pra-proklamasi kemerdekaan)
- Bentuk tulisan bebas, bisa cerpen, esai, feature atau lainnya fiksi atau non-fiksi
- Peserta seleksi hanya menyerahkan satu karya terbaiknya (hanya satu karya)
- Panjang tulisan/karya 10-12 halaman dengan ukuran kertas A4, margin kanan-kiri atas-bawah 3 cm, spasi 1,5, font Times New Roman 12
- Foto dan biodata singkat dalam bentuk deskrispsi di halaman terpisah
- Peserta seleksi terbatas hanya anggota FLP se-wilayah Jakarta Raya (wilayah dengan cabang Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok, Ciputat)
- Karya dapat dikirim melalui surel mulai tanggal 26 Desember 2013 dan paling lambat diterima tanggal 26 Januari 2014.
- Karya dikirim ke surel:surat@flpjaya.com, cc ke sudiku@flpjaya.com, dengan subjek: Nama (strip), FLPJaya17, (strip), judul tulisan. Contoh: Joko-FLPJaya17-Capeknya Patung Pancoran
- Karya dan biodata dikirim dalam attachment ‘lampiran’, bukan dibadan surel.
- Penulis akan mendapatkan bukti terbitnya, satu buku
- Penulis tetap mendapat royalty sebesar 20% (dibagi kepada 17 penulis)




